Di dalam dunia kuliner terdapat beberapa teknik memasak. Teknik memasak yang berbeda akan menciptakan hasil masakan yang berbeda.
Setiap teknik memasak akan menghasilkan keunikan rasa dan tampilan yang khas. Seperti misalnya ayam yang digoreng tentunya akan mempunyai rasa yang berbeda dengan ayam yang dipanggang.
Pengertian Teknik Memasak
Jadi pengertian teknik memasak atau metode memasak adalah cara yang digunakan untuk mentranformasi-kan atau mengubah bahan makanan menjadi sesuatu yang berbeda.
Untuk melakukan proses transformasi ini umumnya memerlukan pemanas yang yang diperoleh dengan cara memindahkan energi dari sumber-sumber panas ke makanan, sehingga molekul yang terdapat pada makanan berubah cepat dan bereaksi ke bentuk dan struktur baru.
Nah dalam proses metarformasikan bahan olahan menjadi sebuah masakan ada sekitar 17 Teknik Memasak, yang mana di kategorikan dalam tiga golongan.
A. Memasak dengan konveksi air (teknik basah)
1. Teknik Merebus (Boiling)
2. Teknik Simmering
3. Teknik Poaching
4. Teknik Blanching
5. Teknik Braising
6. Teknik Stewing
7. Teknik Pressure cooking
8. Teknik Steaming
B. Memasak dengan Konduksi dan Konveksi Minyak (teknik kering)
1. Teknik Menggoreng (frying)
2. Teknik Sauteing
3. Teknik Stir Frying
4. Teknik Shallow frying
5. Teknik Deep Frying
6. Teknik Pan Frying
C. Memasak dengan Panas Kering (dry heat)
1. Teknik Baking
2. Teknik Grilling
3. Teknik Roasting
Dan berikut penjelasanya setiap tekniknya
A. Memasak dengan konveksi air (teknik basah)
1. Boiling
Boiling atau sering disebut oleh masyarakat Indonesia dengan merebus. Teknik ini merupakan cara memasak yang paling mudah, karena dengan hanya merendam bahan makanan di air yang mendidih kemudian tunggu hingga matang, lalu tiriskan. Selesai deh, makanan sudah siap untuk disantap. Salah satu makanan yang menggunakan cara boiling yaitu merebus, singkong, ubi, kentang, wortel, sayur, bahkan merebus mie instan.
2. Teknik Simmering
Pada teknik ini masih menggunakan air, dimana makanan akan direbus terlebih di dalam air yang didihkan hingga 100ºC kemudian api dikecilkan dibawah titik didih dan biarkan hingga dipermukaan makanan keluar gelembung-gelembung. Di aplikasikan pada kaldu, soto, rawon, kare, dll
3. Teknik Poaching
Teknik ini hampir sama dengan teknik boiling namun yang berbeda media air dengan jumlah yang sebatas menutupi makanan yang menggunakan api kecil sehingga suhu air kisaran 92ºC hingga 96ºC. Di aplikasin untuk poaching telur
4. Teknik Blanching
Blanching adalah teknik memasak dengan cara merebus sayuran atau buah ke dalam air yang telah mendidih dalam waktu cepat.
Teknik blanching digunakan untuk mempersiapkan bahan makanan agar siap diolah lebih lanjut menjadi bentuk makanan yang lain.
Blanching dilakukan dengan cara memasukkan bahan makanan ke dalam air mendidih yang telah ditambah dengan satu sendok garam selama satu sampai dua menit tergantung kekerasan bahan. Setelah itu bahan makanan langsung dimasukkan dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan
5. Teknik Braising
Teknik ini hampir sama dengan teknik stewing hanya saja pada teknik ini makanan akan direndam terlebih dahulu didalam bumbu baru dimasak. Di aplikasikan pada iga sapi
6. Teknik Stewing
Teknik ini lebih dikenal dengan penyetupan, dimana makanan yang sudah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu akan dimasak menggunakan cairan yang sedikit. Diaplikasikan pada opor, rendang, dll
7. Teknik Pressure Cooking
Teknik memasak satu ini dikenal dengan nama presto. Caranya dengan memasak bahan makanan pada panci tertutup rapat sehingga udara dan cairan terkunci.
Jika sudah begitu, titik didih akan meningkat secara perlahan sampai lebih dari 100°C dan mematangkan makanan dengan lebih cepat.
Teknologi presto ini dapat menyingkat waktu perebusan dan bahan makanan yang biasanya keras seperti tulang dan duri bisa lunak dengan mudah.
8. Teknik Steaming
Memasak dengan memanfaatkan uap air disebut dengan mengukus atau steaming.
Dengan teknik memasak steaming, bahan makanan tidak menyentuh air secara langsung sehingga zat gizinya tidak banyak yang hilang. Pengukusan juga akan membuat tekstur bahan makanan lebih bagus daripada ketika direbus.
Teknik mengukus dimanfaatkan untuk membuat kue dan lauk pauk. Kue yang dikukus akan mengembang, tidak mengalami perubahan bentuk, serta tidak bertambah cairan.
B. Memasak dengan Konduksi dan Konveksi Minyak (teknik kering)
1. Teknik Menggoreng (frying)
Teknik frying adalah sebutan umum untuk cara memasak menggunakan minyak atau lemak. Ini adalah teknik memasak kering.
Suhu yang didapat dari pemanasan minyak lebih tinggi daripada air, antara 175°C sampai 190°C.
Dengan teknik frying, makanan matang lebih cepat, berwarna keemasan dan renyah.
2. Teknik Sauteing
Teknik ini sering disebut dengan menumis. Dengan menggunakan minyak yang sedikit, berfungsi untuk menjaga kandungan gizi sayuran agar tidak hilang. Biasanya teknik ini untuk memasak sayur-sayuran seperti tumis kangkung, tumis kacang panjang,tumis buncis dll.
3. Teknik Stir Frying
Stir frying merupakan metode menggoreng cepat pada temperatur yang sangat tinggi. wajan yang digunakan lebih dalam daripada wajan saute.
Istilah stir mengacu pada cara memasak yang harus distir atau digoyang-goyangkan agar makanan matang merata.
Sebelum minyak dimasukkan, wajan harus sangat panas. Bahan makanan kemudian dimasak dengan sangat cepat. Teknik memasak stir frying banyak digunakan untuk memasak masakan Cina.
4. Teknik Shallow frying
Teknik shallow frying merupaka teknik menggoreng dengan menggunakan minyak dangkal. Pada metode ini makanan perlu dibola-balik secara terus menerus agar matang merata.
Teknik shallow frying digunakan untuk menggoreng potongan daging (yang biasanya mahal), telur, ikan dan beberapa gorengan lain.
5. Teknik Deep Frying
Teknik memesak menggunakan minyak yang banyak, sehingga semua bahan makanan yang akan diolah akan terendam di semua di dalam minyak. Alat atau wajan penggorengannya disebut dengan Deep Fryer. Di aplikasikan untuk kentang goreng, ayam goreng, nugget, dll.
6. Teknik Pan Frying
merupakan teknik memasak yang hanya menggunakan minyak yang dangkal. bahan makanan akan dibolak balik hingga memiliki kematangan yang pas dan merata. biasanya teknik ini untuk memasak tempe, telur, daging ikan, dan beberapa gorengan lain.
C. Memasak dengan Panas Kering (dry heat)
1. Teknik Baking
Teknik memasak yang selanjutnya tergolong panas kering. Teknik panas kering yang pertama adalah baking.
Baking merupakan teknik memasak makanan dengan panas kering oleh konveksi (penghantar) uap udara panas di dalam oven. Oven ada tiga jenis oven api (oven kompor), oven listrik dan oven elektromagnetik (microwave).
Panas pada oven untuk baking ada dua macam, dari bawah dan dari atas. Keduanya membuat maknan matang merata.
Penggunaan teknik baking digunakan secara luas untuk membuat roti, cakes, pastries, pie, tarts, dan quiches.
Baking dapat pula digunakan untuk mengawetkan berbagai bahan seperti herbs, dan buah-buahan untuk keripik.
2. Teknik Grilling
Teknik ini akan memasak makanan yang sudah dipotong kecil-kecil langsung diatas bara api atau disebut dengan gril. Diaplikasian untuk barberque dan steak
3. Teknik Roasting
Memasak, Makanan yang dimasak dengan teknik roasting ditempatkan
pada rak, pan atau ditusukkan pada batang stainless steel yang dapat diputar (rotasi). Selama proses roasting, udara panas di oven dialirkan ke seputar daging dari semua sisi (atas, bawah dan samping).
Secara umum metode roasting digunakan untuk memasak ayam utuh, kambing utuh, babi utuh atau kalkun.
Untuk mendapat penampilan dan rasa yang bagus, dapat dioleskan butter/margarine. Ini juga membuat makanan tetap lembab (tidak kering di bagian luar).
4. Teknik Smoking
Teknik memasak yang terakhir adalah teknik smoking. Teknik smoking seperti namanya memanfaatkan asap sebagai media penghantar panas. Teknik smoking juga termasuk teknik memasak dengan pemanasan kering.
Makanan yang biasa diasapi adalah daging dan ikan. Dengan metode pengasapan makanan akan memiliki aroma khas dan memiliki usia simpan yang lebih lama. Secara komersial makanan yang diasapi juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Nah, Itulah tadi 17 teknik memasak dalam dunia perkulineran. Semoga menjadikan pengetahuan di dunia kuliner yaa.
Reviewed by Admin
on
May 31, 2022
Rating:

No comments: